Sabtu, 27 Juli 2013

Apa Motivasi Kita Mencari Rejeki ?

Dalam bekerja dan mencari rejeki, setidaknya ada 3 jenis motivasi seseorang, yakni :

1.      Motivasi Materi (Uang)
Inilah dorongan kebanyakan orang, cari duit, dapat keuntungan, supaya bisa makan, beli baju baru, rumah mewah, mobil, dan sebagainya. Intinya adalah sekedar untuk memenuhi kebutuhan fisik semata. Ini disebut juga motivasi kebendaan, Al-Quwwah Al-Madiyyah.
“Barang siapa menjadikan dunia sebagai obsesinya, Allah SWT memecah belah urusannya, menjadikan kefakiran didepannya, dan dunia tidak datang kepadanya kecuali sebatas yang telah ditentukan baginya.” (HR. Ahmad).

2.      Motivasi Emosional
Ada juga orang yang bekerja atau berusaha/berbisnis karena dorongan emosi, seperti ingin dihargai, dipandang, tidak ingin dilecehkan, tidak mau dihina, dan sebagainya. Motivasi seperti ini disebut Al-Quwwah Al-Ma’nawiyyah. “Sesungguhnya perbuatan itu bergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari Muslim).

3.      Motivasi  Spiritual
Motivasi ini muncul karena adanya dorongan kesadaran bahwa bekerja mencari rejeki ada hubungannya dengan Allah SWT, bukan sekedar supaya dapat uang atau harga diri, tapi lebih dari itu semua. Dengan motivasi ini, seseorang akan siap melakukan apa saja dan berkorban apapun asalkan Allah SWT ridho kepadanya. Inilah motivasi tertinggi, Al-Quwwah Arruhiyyah.
“Sesungguhnya ada sebagian dosa yang tidak bisa terhapus oleh puasa dan sholat.” Ditanyakan ke beliau SAW, “Apa yang bisa menghapusnya ya Rasulullah?” Kemudian Rasulullah SAW menjawab, “Bekerja mencari nafkah kehidupan.” (HR. Abu Nuaim). Dalam hadits lain disebutkan, “Pebisnis yang jujur dan terpercaya akan bersama-sama dengan Nabi, Shiddiqin dan para Syuhada.” (HR Tirmidzi). 

Wallahu a'lam.
 

Jumat, 14 Juni 2013

Pesan Direktur Munashoroh Indonesia Menyambut Ramadhan

10 Amalan Sunnah Di Bulan Ramadhan
Tak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Untuk menyegarkan ingatan kita akan anjuran di bulan suci Ramadhan, mari kita simak 10 amalan sunnah di bulan Ramadhan. 

1.        Mengakhirkan makan sahur
Dari Abu Zar Al-Ghifari ra. dengan riwayat marfu`, ”Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan buka puasa dan mengakhirkan sahur.” (HR Ahmad: 1/547)
Dari Abi Said al-Khudri RA, “ Sahur itu barakah maka jangan tinggalkan meski hanya dengan seteguk air.  Sesungguhnya malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur. (HR Ahmad: 3:12)

2.    Menyegerakan Berbuka Puasa
“Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah SAW berbuka dengan rutbaat (kurma segar) sebelum beliau shalat, apabila tidak ada maka dengan beberapa tamar (kurma) dan apabila tidak ada, beliau meminum air. (HR Abu Dawud, Hakim dan menshahihkannya serta Tirmidzi meng-hasankannya).

3.    Membaca Al Qur’an
"Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf. " (HR. At-Tirmidzi, katanya hadits hasan shahih).

4.    Shalat tarawih
“Barangsiapa sholat tarawih dengan dilandasi keimanan dan mengharap pahala dari Alloh maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhori dan Muslim).

5.    Meninggalkan perkataan kotor
Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, ” Berpuasa bukan hanya (menahan) dari makan dan minum, sesungguhnya berpuasa dari lagwun (perbuatan yang sia-sia) dan rofats (perkataan yang kotor)”. ( HR Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Hakim).

6.    Memperbanyak Sedekah
“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Dia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Dia membenci akhlak yang buruk.” (HR. Al-Baihaqi, di shahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 1744)

7.    Memperbanyak Doa
Doa orang berpuasa adalah salah satu doa yang paling mustajab. Dalam kondisi seseorang berpuasa, apalagi jika yang berpuasa itu bukan hanya panca inderanya, akan tetapi juga hatinya ikut berpuasa maka doanya akan mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Karena salah satu sebab dikabulkannya doa adalah bersihnya hati kita sehingga cahaya doa dapat langsung menembus Arys dan didengar serta dikabulkan oleh Allah SWT.

8.    Menyibukan diri Dalam Kebaikan
Bulan Ramadhan adalah peluang emas bagi setiap muslim untuk menambah ‘rekening’ pahalanya di sisi Allah SWT. “Amalan sunnah pada bulan Ramadhan bernilai seperti amalan wajib dan amalan wajib senilai 70 amalan wajib di luar Ramadhan.” (HR.Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi).

9.    Memberi Makan Kepada Orang yang Berpuasa Dan Menjalin Silaturahmi
“Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka) orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun”. (HR Bukhari dan Muslim).

10.  Beri‘tikaf
Aisyah RA berkata, ”Bila telah memasuki 10 malam terakhir bulan Ramadhan, Nabi SAW menghidupkan malam, membangunkan keluarganya (isterinya) dan meninggalkan isterinya (tidak berhubungan suami isteri).(HR Bukhari dan Muslim).

Adhi Azfar
Direktur Munashoroh Indonesia

Minggu, 28 April 2013

SEDEKAH UNTUK PELACUR

“Semalam aku bersedekah kepada pelacur,” ujar seorang lelaki. Orang-orang pun spontan membicarakan perbuatan pria itu. Mereka bertanya-tanya untuk apa lelaki itu bersedekah kepada pelacur.

Namun, pria itu hanya bergumam, “Ya Allah, bagi-Mu segala puji, atas seorang wanita pelacur. Sungguh, aku akan bersedekah.”

Tanpa mempedulikan omongan orang, ia pun keluar. Kali ini ia memberikan sedekahnya kepada orang kaya. Akhirnya didengarlah berita itu oleh orang-orang yang kemarin membicarakannya. Ia pun menjadi bahan omongan. Tapi, sekali lagi lelaki itu berkata diam-diam, “Ya Allah, bagi-Mu segala puji atas orang kaya. Aku akan memberikan sedekah.”

Esoknya, ia kembali keluar membawa sedekahnya. Ia mendatangi seorang pencuri dan menyerahkan sedekahnya. Tentu saja semua orang membicarakannya. Perbuatan lelaki itu terus mengundang kontroversi. Lelaki itu hanya berkata dalam hati, “Ya Allah, bagi-Mu segala puji, atas pelacur, orang kaya, dan pencuri.”

Kemudian, lelaki itu pun didatangi malaikat. Malaikat berkata, “Sedekahmu sungguh telah diterima. Tentang pelacur, mudah-mudahan dengan sedekah itu menghentikan perbuatan zinanya. Orang kaya itu semoga sadar lalu menginfakkan apa yang dikaruniakan Allah SWT padanya. Dan, semoga pencuri itu menghentikan kebiasaannya mencuri.”

Disampaikan oleh Abu Hurairah dari Nabi SAW. Dari Shahih Muslim (2/709), hadits nomor 1022.

Sabtu, 01 Desember 2012

Renungan Menyambut Tahun Baru Hijriah 1434


Sudahkah kita memiliki jiwa “Fastabiqul Khairat”?

Tahun telah berganti. Umur kita semakin bertambah. Banyak dari bentuk fisik kita berubah. Rambut sudah mulai tumbuh uban. Gigi banyak yang sudah tanggal. Kulit kita sudah tidak sekencang dulu lagi. Penyakit pikun (mudah lupa) mulai menghampiri diri kita. Semua jadi pelajaran berharga buat kita, bahwa semakin sempit waktu yang tersedia buat kita untuk beramal.

Jika waktu telah sempit, maka yang seharusnya kita lakukan adalah berlomba-lomba untuk memperbanyak amal kebaikan. Hanya saja, ternyata kita cuma berlomba-lomba dalam menumpuk perhiasan duniawi.  Hati dan pikiran kita sibuk memikirkan bagaimana bisa membeli rumah baru yang megah, mempunyai mobil mewah, perhiasan yang banyak, makanan enak, dan lain-lain. Padahal telah jelas bahwa Allah memerinntahkan kita untuk memanfaatkan waktu seoptimal mungkin untuk beramal baik (fastabiqul khairat).

“Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan.” (Qs Al-Baqarah : 148)
Orang-orang yang memiliki jiwa fastabiqul hairat adalah orang-orang yang memahami akan hakikat hidup ini sesungguhnya. 

Hal itulah yang memotivasi Umar bin Khattab yang pada saat Perang Tabuk berkecamuk, mendapat seruan untuk berjihad dengan menafkahkan harta dijalan Allah. Ia tak berpikir panjang untuk segera menunaikannya. Saat Rasulullah SAW bertanya berapa yang ditinggalkannya untuk keluarga, dengan bangga Umar berkata, “Sebanyak yang aku serahkan pada Allah dan Rasul-Nya.” (Artinya : Setengah harta Umar diserahkan untuk berjihad). Namun betapa Umar tercenung manakala pertanyaan yang sama ditujukan Rasul pada sahabatnya yang lain, Abu Bakar r.a. Jawab Abu Bakar, “Cukuplah Allah dan Rasul-Nya yang aku tinggalkan untuk keluargaku.” (Artinya : Seluruh hartanya diserahkan untuk berjihad). Kalimat Abu Bakar membuat Umar bergumam, “Mulai hari ini aku sadar, tampaknya aku takkan pernah bisa mengalahkan Abu Bakar!”

Subhanallah! Luar biasa contoh kongkrit yang para sahabat berikan kepada kita dalam hal kompetisi dalam beramal, berjuang dan berkorban demi Allah dan Rasul-Nya. Seseorang sulit untuk meraih derajat ini kecuali ia memiliki rasa percaya  yang tinggi pada Allah bahwa apa yang ada di sisi Allah lebih besar pahalanya.  Dari kisah tersebut kita juga melihat dengan jelas betapa (dalam urusan akhirat dan kebaikan) Umar begitu iri terhadap Abu Bakar. Tetapi apakah iri diperbolehkan dalam Islam?

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hasud (yang diperbolehkan) kecuali dalam dua perkara, yaitu kepada orang yang diberi harta oleh Allah lalu ia belanjakan pada sasaran yang benar (di jalan-Nya). Dan kepada orang yang dikaruniai ilvmu dan kebijaksanaan lalu ia mengamalkan dan mengajarkannya” (HR Bukhari).

Akhirnya semua kembali kepada pribadi kita masing-masing, mari terus berfastabiqul khairat.

SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1434

Kamis, 22 November 2012

Galery Foto Qurban Di Pelosok Desa

Alhamdulillah, Pelaksanaan Qurban di pelosok desa binaan Yayasan Munashoroh Indonesia di Jawa Barat sudah selesai dilaksanakan. Terima Kasih para pequrban.

KAMPUNG CIREUNDEU, DESA GIRIJAYA, KEC.NAGRAK, SUKABUMI









































































DESA CIPONDOK, KEC.CIBINGBIN, KUNINGAN
























































DESA CIDERUM DUKUH, KEC.CIAWI, BOGOR

















DESA MAJASEM, KEC.KARANG KENCANA, CIREBON























 
DESA CIKAOBANDUNG, KEC.JATILUHUR, PURWAKARTA















Munashoroh Jawa Barat
Berbagi Sepenuh Hati, Berbakti Tiada Henti

Rabu, 10 Oktober 2012

KEMISKINAN MASIH MERAJALELA, HAJI BERKALI - KALI TEPATKAH ?

Ibadah haji yang wajib dilakukan seorang muslim adalah satu kali (ini Ijma Ulama yang tidak diperselisihkan). Sementara, ibadah haji yang kedua dan seterusnya sudah terhitung sebagai ibadah sunah atau nafilah. Memang benar bahwa ibadah haji nafilah atau ibadah nafilah lainnya termasuk amal yang disukai Allah dan bisa mendekatkan diri kepada-Nya. Hanya saja dalam mengerjakan ibadah nafilah, terutama haji yang kedua dan seterusnya, ada beberapa rambu yang perlu diperhatikan: 
 
1.      Ibadah nafilah hanya diterima sesudah yang wajib diterima. Karena itu, ibadah haji tathawwu atau nafilah ini baru diterima jika kewajiban lainnya terpenuhi. Misalnya membayar zakat, hutang, dsb. 
 
2.      Allah tidak menerima sebuah amal sunah jika mengakibatkan perbuatan terlarang. Misalnya jika orang yang melakukan ibadah haji sunah sedemikian banyak sehingga membuat berdesakan serta mengganggu atau mencelakakan orang yang melakukan ibadah haji wajib, hal ini tentu saja tidak dapat dibenarkan. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan atau kematian akibat kondisi berdesak-desakan tadi, hendaknya mereka yang telah berhaji sekali tidak usah berhaji lagi.
Syaikul Islam Ibnu Taimiyah menegaskan, jika kerusakan yang ditimbulkan lebih besar dibandingkan dengan kemaslahatan yang diperoleh, maka pelaksanaan suatu amalan tidak lagi diakui sebagai sesuatu yang diperintahkan atau wajib, bahkan justru dilarang atau haram (Majmu' Fatawa, Vol.28; 129).
 
3.      Pintu untuk melakukan amal sholeh bagi setiap muslim masih banyak. Orang beriman yang berpikiran jernih bisa memilih mana amal yang lebih cocok, lebih tepat, dan lebih bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. Misalnya memberi sedekah kepada kerabat yang membutuhkan, fakir miskin, dan tetangga yang berkekurangan. Apalagi Rasulllah SAW bersabda, ”Bukanlah mukmin orang yang membiarkan tetangga sebelahnya kelaparan sementara ia sendiri kenyang.” (HR Tabrani). Lalu, pintu amal lainnya adalah membantu lembaga pendidikan sosial yang sangat dibutuhkan oleh kaum muslimin. 
 
4.      Niat baik untuk melakukan ibadah haji sunah yang kemudian tertunda karena hal lain yang lebih penting dan bermanfaat sudah tentu akan dicatat pula sebagai pahala, karena Allah SWT lebih mengetahui apa yang menjadi niat kita semua. #

Jumat, 28 September 2012

SAATNYA BERKURBAN

HARGA HEWAN QURBAN (Sudah termasuk Biaya Antar)
Kambing YMI    : Rp.1.100.000 (18-20 Kg) * (Khusus Jakarta)
Kambing A         : Rp.1.200.000 (20 – 22 Kg)
Kambing B          : Rp.1.300.000 (23 – 27 Kg)
Kambing C         : Rp.1.400.000 (28 – 32 Kg)
Kambing D         : Rp.1.600.000 (33 – 26 Kg)
Sapi A                  : Rp.8.400.000 (250 – 300 Kg)
Sapi B                  : Rp.10.000.000 (320 - 360 Kg)
Hub. 021.60.22.32.44