Jumat, 11 Maret 2011

Cerita Seorang Pengemis

Siang Hari Mengemis, Malam Tidur di Hotel


Kisah nyata ini berasal dari Aceh, ketika sejumlah warga Kota Juang Bireuen, Aceh, mengaku heran melihat perilaku seorang pria berinisial Abd (50), warga Desa Blang Paseh, Sigli, Pidie.

Pasalnya, pria tersebut mencari nafkah dengan mengemis di Bireuen. Tapi, pada malam hari ia bersama istrinya, Njh (41), justru menginap di hotel.

Pengemis ini bertubuh tambun dan berjenggot pirang, rambutnya pun ubanan, sehingga “cocok” untuk mengawali kariernya menjadi Pengemis Jalanan.


Seorang Warga yang melihat kejadian itu berujar,  “Kami heran ada pengemis tidur di hotel. Kalau siang mengemis di desa kami, padahal ia tampak sehat dan segar bugar.”


"Setiap pagi kami temukan bapak berjengot itu pakai baju koko, kain sarung, dan peci haji bersama istrinya sarapan pagi di sebuah warung dekat hotel tempat ia menginap," imbuh warga Geulanggang Baroe, Kota Juang, Bireuen.

"Aneh tapi nyata, ada pengemis yang hidup mewah dengan menginap di hotel dan makan mewah pula," ujar warga lainnya.


Seorang petugas Hotel Purnamaraya membenarkan Abd bersama istrinya sudah 14 hari menginap di kamar bernomor 118. Anehnya, kata seorang petugas hotel, setiap Abd keluar hotel, pintu kamarnya digembok dari luar, sementara istrinya ditinggal di kamar hotel.

"Dia biasanya pergi pagi, terkadang pulangnya siang membawa sebungkus nasi untuk istrinya dan terkadang juga pulang sore. Dia membayar sewa kamar Rp 75.000 per hari. Sikapnya juga aneh dan egois serta sering ribut dengan petugas hotel. Kadang-kadang ia hanya mau membayar sewa kamar kepada saya," kata seorang resepsionis hotel yang tidak mau namanya ditulis.

Abd terlihat bersama istrinya sarapan pagi di sebuah warung sebelah barat hotel tersebut. Ia membayar dengan uang pecahan ribuan yang sudah tergulung rapi. Dia mengambil dari saku kanan bajunya, yang diduga dari hasil mengemis. Namun, pria asal Sigli itu berbicara menggunakan bahasa campuran Aceh-Indonesia, baik dengan istri maupun warga setempat. #

Rabu, 23 Februari 2011

RENUNGAN HARI INI…

Rezeki terhambat karena kurang Bersedekah

Coba perhatikan diri kita, lingkungan kita. Apakah kita merasa kesulitan mencari rezeki? Merasa capek dan letih karena setiap hari pontang panting bekerja? Merasa bosan pergi pagi pulang malam “hanya” demi mengais nafkah ala kadarnya, hanya “penyambung hidup” saja?
Hari ini, kita patut mengevaluasi diri kita. Apa sebenarnya Penyebab Terhambatnya Rizki :

1. Mungkinkah karena terkikisnya keimanan kita pada Allah. Kita berusaha, namun usaha yang kita lakukan bukan membuat kita semakin dekat denganNya tapi malah sebaliknya. Terlalu sibuk kerja, mengakibatkan sering kita menunda-nunda waktu sholat, bahkan sampai lupa waktu sholat. Lalai…. Selain itu tak sempat pula membaca Al-qur’an, apalagi menghadiri majelis ta’lim walaupun hanya seminggu sekali.

2. Atau karena terlalu banyak dosa dan maksiat yang kita lakukan, baik disadari maupun tidak. Sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya” (HR. Ahmad). Dan untuk menghapus dosa adalah dengan cara Taubatan Nasuha. Taubatan nasuha adalah taubatan yang sebenar-benarnya dimana kita berhenti melakukan perbuatan dosa, berusaha memperbaiki diri dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dosa lagi.

3. Atau kita Tanya diri kita, “Sudah halalkah pekerjaan kita?” Adakah unsur haram dari apa yang kita lakukan? Adakah unsur judi-nya, atau melayani order pabrik minuman keras? Atau terjerat Riba yang jelas haramnya. Jika ada kategori haram dalam apa yang sedang kita kerjakan, kita perlu banyak beristighfar, sambil mencari jalan keluarnya. Namun jika kita merasa apa yang kita kerjakan sudah halal semua, ada lagi pertanyaan berikutnya, “Apakah sudah benar dalam mencari dan menjalaninya?” Untuk menjawabnya, tentu kita sendiri yang tahu. Sebab, hasil dari pekerjaaan yang haram tidak akan berkah, cepat habis untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, tidak membawa ketenangan, sulit dipakai untuk taat kepada Allah dan membawa penyakit buat diri sendiri dan orang lain.

4. Yang terakhir, “Apakah kita termasuk yang malas bersedekah.” Harus dipaksa, harus selalu diingatkan. Padahal, bila kita mengetahui bahwa sesungguhnya sedekah yang kita lakukan adalah investasi yang akan kita nikmati dikemudian hari. Apa yang kita berikan, tak akan berkurang, malah akan semakin bertambah. Tak pernah ada cerita orang bersedekah, setelah itu ia jadi miskin. Tapi cerita tentang orang yang “MENDADAK MISKIN” itu banyak, salah satunya karena ia kurang bersedekah.

Rabu, 12 Januari 2011

KILAS BALIK Aksi Munashoroh 2010


KILAS BALIK Aksi Munashoroh 2010

Januari
-         Pengobatan Gratis di desa tertinggal (Desa Marga Mulya, Mauk, Tangerang)

Februari
-         Aqiqah di desa tertinggal (Desa Marga Mulya, Mauk, Tangerang)
-         Santunan Kematian untuk Binaan Munashoroh
-         Bantuan Biaya Melahirkan Dhuafa

Maret
-         Bantuan Pelunasan Hutang Dhuafa
-         Pelatihan Life Skills (Sulam Pita) di Jakarta Selatan

April
-         Pemberian Pinjaman Dana Usaha Dhuafa
-         Perluasan Warung Sembako Dhuafa di Jakarta Selatan
-         Lomba Anak Sholeh di Jakarta Selatan










Mei
-         Bantuan Dana Pengobatan Penyakit untuk Dhuafa
-         Bantuan Pelunasan Hutang Dhuafa
-         Aqiqah di desa tertinggal (Desa Kampung Baru, Babelan, Bekasi)
-         Majelis Ta’lim Munashoroh untuk Dhuafa
-         Pelatihan Life Skills (Membuat Assesoris Pengantin) di Jakarta Selatan
-         Pelatihan Life Skills (Daur Ulang Sampah Plastik) di Jakarta Selatan

Juni
-         Pemberian Pinjaman Dana Usaha Kecil untuk Dhuafa (Dagang Sate)
-         Pinjaman Dana Pengobatan Penyakit
-         Pinjaman Dana Usaha Kecil (Service Perabot)

Juli
-         Pesantren Remaja & Pelatihan Pemuda di Cibatok, Jawa Barat
-         Pinjaman Dana Pengobatan Penyakit untuk Dhuafa
-         Pelatihan Life Skills (Sablon) di Desa Marga Mulya, Mauk, Tangerang
-         Majelis Ta’lim Munashoroh & Pembagian Kartu Sembako Murah di Jakarta Selatan










Agustus
-         Santunan 155 Anak Yatim Desa Marga Mulya, Mauk, Tangerang
-         Test Anak Asuh (Anak Yatim) yang memperoleh Bantuan Uang Sekolah Bulanan
-         Lomba Kreatifitas Anak Sholeh, di Jakarta Selatan
-         Penganugerahan Anak Yatim Desa Berprestasi Terbaik dari 4 Desa Binaan
-         Pagelaran Seni Anak Yatim Desa
-         Santunan Sembako Gratis untuk Dhuafa
-         Majelis Ta’lim Munashoroh Jakarta Selatan
-         Buka Puasa Bersama 90 Anak Yatim Desa
-         Peresmian TPA Munashoroh Desa Cililitan Picung, Pandeglang
-         Aqiqah di Desa Terujung (Picung Pandeglang)
-         Santunan 1000 anak yatim Desa & Buka Puasa Bersama (Plus Pertemuan Orang Tua Asuh dan anak asuhnya)

September
-         Santunan Sembako Gratis untuk Janda & Dhuafa
-         Santunan Anak Yatim di Jakarta Timur & Taushiyah Ta’lim
-         Aqiqah di Pelosok Desa (Desa Sukamanah, Bogor)


Oktober
-         Test & Ujian Anak Asuh (Anak Yatim yang dapat santunan sekolah bulanan) Desa Kampung Baru, Babelan, Bekasi
-         Santunan Anak Yatim Binaan Munashoroh di Jakarta Timur
-         Pinjaman Dana untuk orang yang berhutang










November
-         Qurban di 4 Desa Tertinggal
-         Pelatihan Life Skills (Membuat Kompos)
-         Peresmian Munashoroh Kuningan, Indramayu, Bogor & Sukabumi.

Desember
-         Aqiqah di Desa Tertinggal, Desa Tanjung Air, Babelan, Bekasi
-         Test & Ujian Anak Asuh (Anak Yatim) Desa Tanjung Air, Babelan, Bekasi
-         SANTUNAN ANAK YATIM PIATU DESA BINAAN MUNASHOROH
(Sekaligus Test & Ujian Anak Asuh Desa Cililitan, Picung, Pandeglang)…. Ayo, Sekolahkan Mereka !
-         Peresmian Cabang Yayasan : Munashoroh Karawang










Selasa, 04 Januari 2011

BULETIN MUNASHOROH MEMASUKI TAHUN KE-8

Alhamdulilah, berkat dukungan dan respon dari pembaca semua, Buletin Munashoroh masih eksis sampai Tahun yang ke-8 ini. Pendistribusiannya juga bertambah ke wilayah Pandeglang, Bogor, Sukabumi, Karawang, Kuningan dan Indramayu. Semoga Allah SWT senantiasa menambah Barokah buat kita. Amin



NB : Bila ada pembaca yang berkeinginan memperoleh Buletin Dakwah Munashoroh (GRATIS untuk Masjid Mushala di Jakarta, Jawa Barat dan Banten), dapat menghubungi kami di 021.99464830.

Jumat, 03 Desember 2010

Wawancara Radio JIC dengan Ketua Umum Munashoroh Indonesia


           
Hari kamis, 4 November 2010 lalu, Radio Jakarta Islamic Center (JIC) 107,7 FM mewawancarai Adhi Azfar (Ketua Umum Yayasan Munashoroh Indonesia) LIVE selama 2 jam, berikut petikannya :

JIC : Bisa Bang Adhi jelaskan, bagaimana sejarah berdirinya Munashoroh?
Adhi : Awal tahun 2000, ketika itu kami masih tergabung dalam Remaja Masjid di wilayah Pulo Asem, Pulogadung, Jakarta Timur. Kami menyaksikan sendiri bagaimana krisis moneter itu terjadi, disekeliling kami banyak muncul pengangguran baru, yang tadinya tidak miskin jadi miskin, bahkan yang miskin malah murtad / keluar dari Islam gara-gara dijanjikan sejumlah beras dan Mie. Lalu, kami mencoba mengumpulkan dana infaq dari warga sekitar. Alhamdulillah responnya cukup tinggi.

JIC : Setelah itu jadi Yayasan ?
Adhi : Ya, setelah 3 tahun berjalan ternyata kepercayaan warga sangat tinggi, yang dibuktikan dari dana yang dikumpulkan cukup banyak, sehingga pada 10 Juli 2003 kami menghadap notaris untuk membentuk sebuah Yayasan yang diberi nama Munashoroh. Tanggal tersebut kemudian kami jadikan Hari Ulang Tahun Yayasan.

JIC : Mengapa memilih nama Munashoroh? Apa filosofinya?
Adhi : Memang banyak pilihan kala itu. Nama Munashoroh kita pilih karena mewakili cara kerja kita, serta merepresentasikan visi dan misi kita untuk menolong, dan berbagi. Lalu kita juga menetapkan slogan yaitu berbagi sepenuh hati, berbakti tiada henti. Bila kita ingin berbagi, tidak perlu menunggu banyak baru dibagi, tapi apa yang kita miliki, bila ada orang lain membutuhkan, maka kita akan membaginya.

JIC : Sejak tahun 2003 itu, apa saja yang telah dilakukan? Program apa saja yang ada?
Adhi : Prinsip program kami adalah memberdayakan. Jadi tidak hanya menyantuni. Kita seringkali mendengar “Si Fulan penerima sembako dhuafa tahun ini..” Lalu tahun depan si Fulan itu jadi penerima sembako dhuafa lagi, tahun depan lagi..sampai seterusnya. Sehingga mereka yang miskin akan selalu jadi miskin dan menerima terus menerus. Itu namanya menyantuni, tapi kalau memberdayakan, maka mereka yang tadinya miskin, harus keluar dari lumpur kemiskinan, dengan program-program yang tepat sasaran. Salah satu program kami adalah Orang Tua Asuh Anak Yatim Desa, dimana anak-anak yang orang tuanya tidak berdaya karena kemiskinannya, kita sekolahkan, sampai mereka jadi “orang” berprestasi, bekerja dan berusaha untuk memperbaiki taraf hidupnya. Jangan sampai orang tua yang miskin melahirkan anak yang juga miskin.

JIC : Sekarang Munashoroh sudah memiliki Cabang Kepengurusan dimana saja?
Adhi : Sampai akhir tahun 2010 ini, sudah ada 10 Cabang Kepengurusan yang bersedia bekerja di Munashoroh sebagai ladang amal mereka (jadi memang tidak digaji bulanan, namun tetap ada beberapa penggantian uang pulsa, transport, dan kafalah diakhir tahun serta rihlah bagi pengurus dan keluarganya). Namun disini tidak mengurangi Profesionalitas Pengurus Yayasan, justru karena ikhlas bekerja itulah kita jadi Profesional. Terbukti dengan adanya 10 Cabang Munashoroh di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Bekasi, Bogor, Tangerang, Pandeglang, Kuningan, Karawang, Indramayu dan Sukabumi. #


Sabtu, 30 Oktober 2010

Liputan dari Desa Kampung Baru Babelan Bekasi

Para Orang Tua Asuh yang dirahmati Allah SWT,
Berikut kami sampaikan laporkan Hasil Test dan Ujian anak yatim asuhan Bapak/Ibu/Sdr/i, dari Desa Kampung Baru Bekasi (Secara detail kami kirim langsung ke alamat tinggal atau Email Bapak/Ibu/Sdr/i)

Test & Ujian ini berlangsung pada hari Ahad 24 Oktober lalu, Anak-anak asuh Bapak/Ibu/Sdr/i telah melewati test & ujian Baca Qur'an, Hafalan Qur'an, Kemampuan Belajar di Sekolah.. Mereka semuanya semangat untuk terus sekolah, meski dengan kondisi terbatas..

Namun bagi Orang Tua Asuh yang memiliki anak asuh di Desa Tanjung Air (disebabkan cuaca hujan yang tidak menentu belakangan ini), Pengurus Munashoroh Bekasi sangat kesulitan menembus Desa tersebut, karena akses jalannya tergenang dan keterbatasan Sarana Transportasi kami.. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini..
Jazakumullah, Semoga jadi Amal Sholeh bagi para Orang Tua Asuh semua...

--- Sukseskan Program Orang Tua Asuh Anak Yatim Desa  ---

Sabtu, 16 Oktober 2010

Orang Miskin itu, Tanggung Jawab Siapa ?

Humor seorang Sufi..

Alkisah ada seorang Sufi yang sudah merasa teramat dekat dengan Tuhan-nya. Suatu hari ketika sedang berjalan, Sang Sufi berpapasan dengan seorang yang sangat miskin. Tubuhnya kurus kering, tinggal tulang berbalut kulit yang dibungkus dengan kain compang-camping seadanya.
Badannya tergeletak lemas di pinggir jalan, bibirnya mengering, menandakan sudah lama si miskin tidak mendapat makan. Melihat penderitaan si miskin, Sang Sufi pun berteriak protes pada Tuhan-nya, “Ya Tuhan, mengapa Engkau tidak lakukan sesuatu untuk orang ini..” Sesaat kemudian, terdengar jawaban, “Ya! Makanya itu Aku ciptakan kamu!”