Sabtu, 11 September 2010

Sukseskan Program Orang Tua Asuh Anak Yatim Desa


Dengan Rp.30.000 Per Bulan, anda dapat menyantuni & menyekolahkan anak yatim di desa, sampai mereka lulus SMU.
Sejak program ini diluncurkan 2 bulan lalu, dari 241 anak yatim desa yang dibina Yayasan, masih ada 63 anak yatim desa lagi yang belum memperoleh Orang Tua asuhnya...
Anda-kah orangnya...? Hub. 021-99464830

MUNASHOROH JAWA BARAT IN ACTION (Agustus 2010)


Ahad, 15 Agustus 2010
# Meraih Penganugerahan Anak Yatim Desa Terbaik dari 4 Desa Binaan Munashoroh
# Pagelaran Seni Anak Yatim Desa Tanjung Air, Babelan, Bekasi
Restoran Papa Ron Pizza, Mampang, Jakarta Selatan

MELURUSKAN ARTI KATA “IDUL FITHRI”


Seringkali kita mendengar dari para penceramah di mimbar-mimbar menerangkan bahwa Idul Fithri itu maknanya ialah “Kembali kepada Fitrah.” Yakni : Kita kembali kepada fitrah kita semula (suci) disebabkan telah terhapusnya dosa-dosa kita.

            Secara terminologi, kata Ied memang artinya kembali (berasal dari kata 'ayada). Namun kata Fithr, berasal dari lafadz Fithru, atau Ifthaar, yang artinya menurut lughoh/bahasa : Berbuka (yakni berbuka puasa jika terkait dengan puasa).

            Jadi, Idul Fithri artinya adalah “Hari Raya berbuka Puasa” Atau “Kembali Berbuka.” Yakni kita kembali berbuka (tidak puasa lagi) setelah selama sebulan kita berpuasa. Bukan “Kembali kepada Fitrah” karena kata  “Fitrah” tulisannya menggunakan [Ta marbuthoh] setelah [Fa-Tha-Ra] sedangkan “Fithru” adalah [Fa-Tha-Ra] saja.“

            Secara syara' pun, hadits yang terkait dengan Idul Fithri juga menerangkan bahwa “Idul Fithri” itu ialah “Hari Raya Kita Kembali Berbuka Puasa.” Mari kita tengok haditsnya, “Dari Abi Hurairah (ia berkata), Bahwasanya Nabi SAW bersabda. “Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan (Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka. Dan (Idul) Adlha (yakni hari raya menyembelih hewan-hewan kurban) itu ialah pada hari kamu menyembelih hewan.” [Hadits Shahih. Dikeluarkan oleh Imam-imam : Tirmidzi No. 693, Abu Dawud No. 2324, Ibnu Majah No. 1660, Ad-Daruquthni 2/163-164 dan Baihaqy 4/252]

            Dalam salah satu lafadz Imam Daruquthni, “Puasa kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berpuasa, dan (Idul) Fithri kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka.” Serta dalam lafadz Imam Ibnu Majah, “(Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka, dan (Idul) Adlha pada hari kamu menyembelih hewan.”

            Oleh karena itu, lafadz tersebut dengan tegas-tegas menyatakan bahwa Idul Fithri ialah hari raya kita kembali berbuka puasa (tidak berpuasa lagi setelah selama sebulan berpuasa), sehingga disunnatkan makan terlebih dahulu pada pagi harinya, sebelum kita pergi ke tanah lapang untuk mendirikan shalat Ied. Supaya umat mengetahui bahwa Ramadhan telah selesai dan hari ini adalah hari kita berbuka bersama-sama. Itulah arti Idul Fithri yang sesungguhnya.

Selasa, 20 Juli 2010

Nantikan.. Launching Buku

MENJADI ORANG KAYA YANG BERKAH
Agustus 2010

”Menjadi orang kaya adalah keinginan semua orang. Tapi menjadi orang kaya
yang berkah? Adhi Azfar dengan jeli melihat celah indah ini. Yang tak
semua orang bisa melihatnya. Yang tidak semua orang bisa
mengkombinasikannya. Ada yang ingin kaya namun caranya tidak berkah. Ada
yang jalannya berkah namun tidak kunjung kaya. Dengan uraian yang
sederhana, berangkat dari topik sehari-hari seperti memulai pekerjaan di
waktu pagi, makan hingga suapan terakhir, hingga rajin shalat dhuha, rajin
silaturrahmi dan kisah indah dari Negeri Saba. Singkatnya, apa yang
disampaikan Adhi boleh jadi bukan sesuatu yang baru, namun cara
mengungkapkannya baru. Mengajak kita semua untuk merenung apakah kita
memang benar-benar ingin kaya, atau sudah kayakah kita? Kalau sudah kaya,
apakah kekayaan kita sudah berkah? Two thumbs up buat Adhi Azfar !”
(Heru Susetyo, Dosen Fakultas Hukum UI dan Advokat HAM pada PAHAM Indonesia)

Subhanalloh, buku yang luar biasa yang dihadirkan oleh anak muda yang luar biasa,
buku ini sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin segera merubah hidupnya menjadi lebih baik
dan tambah barokah, sukses buat Mas Adhi Azfar yang dengan semangatnya mencoba meramu menjadi buku yang bermanfaat buat kita semua ….
(Chairuddin, General Manager PT. Telkomsel, Network Operation Jawa Tengah dan DIY)

Inspiratif Banget bukunya, alurnya bagus dan sistematis, jadi inovasi buat orang-orang yang mau kaya plus berkah. (Ustadz Albar, Da'i TPI)

Rabu, 02 Juni 2010

LAUNCHING NEW PROGRAM MUNASHOROH

Program Orang Tua Asuh Anak Yatim Desa (Jarak Jauh)
Nun di desa di sana, bertebaran anak-anak yatim. Tentu hidupnya tidak lebih baik dari anak-anak yatim dikota. Bahkan -rasanya- jauh lebih buruk. Disamping jumlahnya sangat banyak (Disalah satu Desa Binaan Munashoroh, anak yatimnya berjumlah sampai 165 orang). Kehidupan yang serba tidak cukup menjadikan mereka terbelakang dalam hal Ilmu, tata krama, ekonomi dan yang sangat penting, yaitu kesehatan.


Diatas prinsip itulah, CUKUP DENGAN Rp.30.000 / Bulan, anda dapat membantu 1 (Satu) Anak Yatim di Desa. Anda juga dapat memilih langsung nama anak yatim yang akan anda santuni, termasuk dari Desa mana yang anda inginkan, silahkan klik di www.munashoroh.blogspot.com. Dana yang terkumpul akan dikelola untuk membantu biaya sekolah, membangun Taman Pendidikan Al-Qur'an, Klinik Kesehatan Gratis, dan lainnya yang dibutuhkan. CP. Ratna : 021 – 471.38.71, Aridin : 0856-1389341.

Kisah Nyata : Dasyhatnya Kekuatan Do'a


Kisah ini diceritakan oleh Seorang Dokter Spesialis Jantung (dalam sebuah Seminar di Jakarta Selatan, Maret 2010 lalu). Ada 2 anak (dari keluarga berbeda) yang mengidap kelainan jantung. Sebutlah Ahmad dan Budi – bukan nama sebenarnya. Hasil rekam medis menyatakan kedua anak tersebut jantungnya bocor. Tak ada cara lain, harus OPERASI!

Namun Budi kelainan jantungnya lebih ringan. Meski sudah beberapa bulan belakangan terus diobati, tapi tetap harus menjalani operasi. Berbeda dengan Ahmad, yang agak lebih berat, bahkan Dokter memperkirakan peluang Ahmad sangat kecil untuk bisa selamat (tanpa cacat) setelah operasi.

Budi pun dioperasi, ditemani kedua orang tuanya. Demikian juga dengan Ahmad, diiringi Ayah dan Ibu kandungnya.

Setelah Operasi, hasilnya diluar perkiraan para Dokter. Ahmad yang diperkirakan sulit untuk diselamatkan, ternyata justru sembuh total dan seluruh organ tubuhnya dapat bergerak normal. Sementara Budi, akhirnya meninggal dunia.

Sang dokter kemudian memanggil Ayah masing-masing anak ini. Lalu ia bertanya kepada Ayah si Ahmad, ”Apa yang Bapak lakukan sehingga Ahmad bisa selamat?” Sang Ayah menjawab, ”Selama anak saya  mengidap kelainan Jantung ini, saya selalu berdoa siang dan malam, bahkan beberapa saat sebelum Operasi, saya Berkeliling ke Majelis-majelis Ta'lim minta agar anak saya dido'akan agar diberikan yang terbaik dalam operasi yang menentukan ini.”

Kemudian sang dokter bertanya kepada Ayah si Budi, ”Apakah Bapak juga berdo'a ketika sebelum anak Bapak akan dioperasi?” Sang Ayah justru menjawab, ”Saya sudah lelah berdo'a.”  

Kamis, 20 Mei 2010

AQIQAH DESA TERUJUNG, Wujud Kami Ingin Memberi Manfaat

Allah mengizinkan kami untuk terus berbuat, kali ini giliran DESA PETANI KAMPUNG BARU, Babelan, Bekasi Utara, dalam acara Aqiqah Desa Terujung a.n SHAFA KHAIRUNNISA Binti Andreas Sujatmiko. Kamis, 13 Mei 2010. Terima Kasih atas kontribusi Sahabat semua, mari buat sisa hidup kita untuk memberi manfaat pada orang lain.